Isi Surat Jang Ja Yeon Sebelum Meninggal, Dipaksa Layani Sutradara dan CEO

0 Comments


Nama Jang Ja Yeon dan permasalahan pelecehan seksual yang dialaminya sebelum meninggal kini sedang gencar dirundingkan publik Korea. Mereka bercita-cita kasus yang tengah diinvestigasi ulang ini dapat terungkap dan orang-orang yang mengerjakan hal-hal tidak senonoh pada mendiang Jang Ja Yeon segera ditangkap.

Seperti yang sudah tidak jarang diceritakan, Jang Ja Yeon mencatat surat sebelum meninggal dunia bunuh diri. Tapi menurut penyelidikan ulang, surat itu kemungkinan ialah berkas bukti yang diciptakan Jang Ja Yeon untuk mengadukan orang-orang yang sudah mengerjakan pelecehan seksual.Berdasarkan keterangan dari Dispatch, Jang Ja Yeon mencatat dokumen mengandung 4 – 6 halaman tersebut di kantor manajernya kala itu, Yoo Jang Ho. Setelah sang aktris meninggal, Dispatch mendakwa Yoo Jang Ho yang menyatakan bila dokumen itu ialah surat wasiat dari mendiang.

  1. Isi Dokumen 1 KapanLagi.com – Inilah isi dari sejumlah poin di dokumen Jang Ja Yeon yang diluncurkan Dispatch dan diterjemahkan oleh Koreaboo:1) Pada Oktober 2008, Kim Sung Hoon (seorang CEO) mengirimku ke sutradara drama Ja Myung Go ketika malam hari. Dia (sutradara) baru saja memilih Lee Mi Sook (aktris yang saat tersebut satu agensi dengan Jang Ja Yeon) di dramanya dan aku dipaksa melayani minuman beralkohol padanya supaya diperbolehkan main dramanya juga. Aku mengerjakan itu.Kim Sung Hoon dengan berkelakar mengancam Lee Mi Sook. Dia bilang bila Lee Mi Sook tidak hadir di drama itu, dia bakal menghancurkan image-nya.2) 11 Januari 2008, ketika aku menuang minuman pada Kim Sung Hoon dan (nama dihilangkan), mereka mengumpat pada Song Sun Mi (aktris satu agensi juga). Mereka bilang bakal mengeluarkannya dari seluruh pekerjaan.(nama dihilangkan) bilang padaku bila dia pikir aku lebih cantik dari Song Sun Mi. Dia bakal memanggilku guna project selanjutnya. Aku melulu perlu pergi ke room salon (tempat untuk mengerjakan prostitusi) dan menuangkan minuman padanya.Untuk kebenaran di atas, aku, aktris Jang Ja Yeon, tidak mengatakan kedustaan dan menderita dari kerugian yang diakibatkan oleh CEO The Contents Entertainment CEO Kim Sung Hoon (nama aslinya Kim Jong Seung)

28 Februari, Jang Ja Yeon (nomor telepon rumah) 3) Sejak tanda tangan kontrak dengan Kim Sung Hoon, aku bahkan tak dapat menghitung berapa kali dipaksa melayani minuman dengannya. September 2008, dia memanggilku ke room salon dan membuatku istirahat dengannya. Di 2008 (aku tak sempat jelasnya), Kim Sung Hoon minum terlampau banyak, mengunciku dalam suatu ruangan dengannya, memukul kepalaku dengan tangannya dan botol air. Dia pun menghinaku.4) Seorang sutradara pergi ke Thailand guna bermain golf dan aku dilepaskan dari jadwal syuting drama dan diajak pergi ke Thailand guna menghibur sang sutradara. Saat aku menampik menuruti permintaan itu, mereka bilang manajerku kalau ongkos sewa mobil akan ditunaikan dengan uangku.Aku punya mimpi sebagai aktris. Dengan mimpi itu, aku mesti menyangga kekerasan baik secara jasmani maupun verbal dari CEO The Contents Entertainment, Kim Sung Hoon.Aku melulu aktris pendatang baru yang lemah dan tak punya kekuatan. Aku hendak membebaskan diriku dari luka ini.

28 Februari, Jang Ja Yeon (nomor telepon rumah)

  1. Pendapat Profesor dan Keluarga KapanLagi.com – Kalau tidak sedikit yang mengira itu ialah surat wasiat sebelum Jang Ja Yeon meninggal, terdapat kejanggalan. Lee Soo Jung, profesor di Universitas Kyonggi, menyatakan bila sulit diandalkan dokumen Jang Ja Yeon itu ialah surat. Di tiap halaman dia menyerahkan tanda tangan, stempel, sidik jari dan nomor telepon yang terdaftar.”Dalam dokumen Jang Ja Yeon, dia memakai ucapan-ucapan formal laksana CEO Kim Sung Hoon. Ini laksana jejak rekam penyelidikan atau sebuah pengakuan saksi,” kata Lee Soo Jung.

Dispatch kemudian meminta pendapat family Jang Ja Yeon, untuk memahami apa yang mereka pikirkan soal dokumen tersebut. Apa mereka percaya bila itu ialah surat wasiat sebelum bunuh diri?

“Adikku yang aku tahu tidak tahu bentuk untuk surat laksana ini. Dia tidak pernah pergi ke kantor polisi sebelumnya. Aku inginkan tahu mengapa mereka bilang ada daftar soal bunuh diri dalam wawancara. Yoo Jang Ho tidak jarang kali bilang dia hendak membunuh Kim Sung Hoon,” kata kakak laki-laki Jang Ja Yeon.”Ada sejumlah kata dan kalimat yang nggak biasa digunakan oleh Ja Yeon. Rasanya dia diminta untuk mencatat begitu,” kata kakak wanita mendiang.Semakin rumit kan?